Promo Tutorial Premium
Video Tutorial Mahir Web Development (Bangun 5 Project Website) + Video Tutorial Membuat Aplikasi Mobile (Bangun 4 Aplikasi Android + Upload Playstore) + Bonus Tutorial Membuat Theme Wordpress Premium - 3 Tutorial (5DVD) Hanya Rp 137.500 - Terbatas hanya sampai 17 Desember 2019!
Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0838 1157 5876, atau bisa pesan secara online di sini)

Hohoho, selamat pagi, di kesempatan akan membawakan mengenai minuman buah pala Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia berdikari menyimak memerhatikan selengkapnya

Pala (Myristica fragrans) merupakan belukar berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang agung sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala menebak menjadi komoditi perdagangan yang penting mulai masa Romawi. Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius "Si Tua". Semenjak zaman eksplorasi Eropa pala tersebar luas di daerah tropika beda seperti Mauritius dengan Karibia (Grenada). Istilah pala jua dipakai buat biji pala yang diperdagangkan.
Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pokok kayu jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong bagai lemon, berwarna kuning, mambung dan berbau antik akibat dalam tian minyak atsiri atas daging buahnya. Bila masak, jangat dan kutil buah membuka dan biji hendak terlihat tersalut fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan ahad biji berwarna coklat.
Pala dipanen biji, salut bijinya (arillus), dan ketuat buahnya. Dalam perdagangan, salut biji pala dinamakan fuli, alias di budi Inggris disebut mace, di kata farmasi disebut myristicae arillus atau macis). Daging buah pala dinamakan myristicae fructus cortex. Tanaman pala melambangkan pohon yang cukup lama pertumbuhannya batas pemanenan. Panen perdana dilakukan 7 berbatas 9 warsa setelah pohonnya ditanam[1] dan mendapatkan daya pabrikasi maksimal setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat mendapatkan 20m dan usianya bisa mengaras ratusan tahun.
Sebelum dipasarkan, biji dijemur engat kering setelah dipisah dari fulinya. Pengeringan ini makan waktu enam cukup delapan minggu. Bagian di biji bakal menyusut di jalan ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang biji bakal pecah dan cuilan dalam biji dijual sebagai pala.
Biji pala berisi patra atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap buat roti ataupun kue, puding, saus, sayuran, dengan hidangan penyegar (seperti eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun. Selain itu, tanaman ini lagi berada bakal manfaat, diantaranya buah pala yang terdiri dari kulitnya bisa dijadikan benih tambahan obat pengusir nyamuk; dagingnya yang mengandung berjibun nutrisi boleh dijadikan bahan alas pabrikasi berbagai model makanan dengan minuman bagai manisan, sirup, dengan permen; biji dan fulinya sering dijadikan sebagai bahan elementer pabrikasi petro atsiri; sedemikian itu jua dengan daunnya, akan tetapi pada daging buahnya pula sering dijadikan bakal baku minyak atsiri.[2][3]
Kondisi optimal untuk tumbuh dan pembibitan[sunting | sunting sumber]
Tanaman pala secara umum dapat tumbuh pada alun-alun dengan ketinggian sekeliling 0-700 mdpl dengan kebutuhan curah hujan angin yang memadai tinggi ialah 2000-3500 mm/tahunnya dengan kelembapan angkasa sekeliling 50-80 %. Tanaman ini boleh berkecambah biasanya batas keagungan tanaman 5-15 meter alias bahkan boleh mengaras 30 meter. Pala cocok berkembang ala suhu angkasa seputar 20-30oC dengan struktur butala area tumbuhnya ada rentang yang memadai besar ialah dari tanah padat batas berpasir beserta memiliki derajat keasaman 5,5 – 7[1].
Pada pembibitan pohon pala biasanya dilakukan pengairan setiap 1-2 kali dalam sehari apabila tidak siap hujan sama sekali disertai penyiangan dari pohon gulma disekitarnya dan jua perlakuan penggemburan tanah. Dilakukan pula pembubuhan gemuk pohon seperti baja kandang, baja kompos, ataupun gemuk anorganik bagai urea setiap 3 bulan sekali. Pemanenan pala dapat dilakukan sebanyak 3 kali di eka tahun, adalah saat awal masa hujan yang memberikan hasil buah pala dengan bobot membelokkan baik, arkian pertengahan masa hujan angin dengan biasanya buah pala yang siap panen berjumlah amat berjibun diantara periode lainnya, kemudian jumlah pala siap panen menurun dengan dapat dipanen atas akhir musim hujan[1].
Penyebaran[sunting | sunting sumber]
Tanaman pala tersebar ala wilayah alias daerah yang memiliki iklim tropis teperlus diantaranya Guangdong dan Yunan di Cina, Taiwan, Malaysia, Grenada di Kepulauan Karibia, Kerala di India, Sri Lanka, dengan Afrika Selatan, terutama lagi di benua asalnya adalah Indonesia. Pada negara Indonesia, penghasil utama pala ada atas Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, dan Papua. Umur pohon pala pula layak panjang apalagi bisa mengaras 100 tahun[4][5].
Pala di Indonesia[sunting | sunting sumber]
Indonesia memasok seputar 60% dari habis-habis-an kebutuhan pasar pala dunia setiap tahunnya. Jawa Barat melahirkan alpa eka alun-alun sentra pembuatan pala atas warsa 2008 saja terabadikan luas areal tanaman pala seputar 4049 hektar dengan pabrikasi 778 ton dengan rata-rata produktivitas pohon 359 kg/hektar dimana biji tersebut bertambah agung dibanding produktivitas tanaman pala nasional. Kabupaten Sukabumi dan Bogor melahirkan wilayah dengan produksi pala terbanyak di Jawa Barat. Selain itu, di Jawa Barat pula menebak banyak industri pengolahan pala yang lebih berkembang pesat dibanding alam lainnya, diantaranya ialah patra atsiri dengan gula-gula pala [6][7]
Minyak Atsiri Pala dan Analisis Kandungannya[sunting | sunting sumber]
Produk elementer dari tanaman pala ialah petro atsiri yang boleh dihasilkan melalui penawaran rektifikasi dari benih dasar berupa daging buah, biji, dengan fuli pala. Pada minyak atsiri berisi berbagai senyawa, yang paling berlimpah dengan menjadi ciri antik adalah myristicin[8]. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2388-2006) syarat kemampuan myristicin di patra atsiri pala minimal 10%. Myristicin sebenarnya boleh dijadikan sebagai agen insektisida, penambah rasa ala rokok, chemopreventive dengan hepatoprotective, namun larutan ini dapat memasrahkan buah halusinasi yang sama seperti narkotik. Seiring perkembangan zaman, patra atsiri pala ini apalagi dijadikan sebagai benih dasar aromaterapi yang bersifat menghilangkan stress akibat adanya kandung myristicin-nya. Kandungan myristicin lebih adiluhung kadarnya ala ketuat buah pala dibandingkan dengan biji dan fulinya[8].
Pada SNI 06-2388-2006 juga didapati adanya syarat asing yang kudu dimiliki akibat petro atsiri pala, diantaranya merupakan nilai rata-rata indeks bias ala guru 20oC layak berkeliling ala rentang 1,475-1,485. Minyak atsiri pala layak ada bau antik pala dengan memiliki warna dari tidak berwarna batas asfar muda dengan akut model 20oC/20oC atas rentang 0,885-0,907. Minyak atsiri pala pula kudu baur dengan akmal dan tetap jernih ala etanol 90% dengan meregangkan 1:1-1:3. Kelarutan patra atsiri ala etanol 90% sangat berkaitan dengan model komponen kimia yang terkandung didalamnya. Kandungan senyawa terpen teroksigenisasi seperti α-terpineol dam terpinen-4-ol berjibun terkandung dala petro atsiri pala.Senyawa terpen teroksigenisasi kian mudah baur di alkohol dibanding terpen, sehingga semakin tinggi kandungan terpen maka semakin rendah kapabilitas larutnya[9]
Telah dilakukan beberapa pengurangan kandungan campuran dalam patra atsiri pala salah satunya dengan ancangan metabolomik. Analisis dilakukan pada patra atsiri pala yang berasal dari kutil buah memakai instrumen Gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS) bagi Sipahelut dengan Telussa atas warsa 2011. Didapati adanya 21 larutan yang teridentifikasi diantaranya sebagai berikut.
- α-thujene
- α-pinene
- Camphene
- β-pinene
- β-myrcene
- α-phellandrene
- Linalool
- α-terpineol
- Safrole
- Myristicin
(Selengkapnya bisa dilihat pada artikel [1]).
Mutu dengan rendemen petro atsiri bisa ditentukan distilasi alias penyulingannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, myristicin melambangkan larutan ciri antik dengan menjadi karakteristik elementer pada petro atsiri pala dengan bercak didih amat tinggi diantara senyawa lainnya adalah 276,5oC. Peningkatan bobot patra atsiri dapat memanfaatkan ancangan metabolomik, contohnya dengan membandingkan kemampuan myristicin jua campuran lainnya ala berbagai cara distilasi, contohnya distilasi air dan air-uap. Berdasarkan investigasi yang dilakukan akibat Sipahelut dengan Telussa atas warsa 2011, cara penyulingan patra atsiri pala dengan distilasi air menghasilkan lebih berlimpah myristicin yang terekstraksi akibat bahan alur (sungai) kontak langsung dengan air mendidih sehingga larutan bertambah mudah cabut dari jaringan bahan. Maka dari itu, derajat petro atsiri pala bisa dimaksimalkan cacat satunya dengan peningkatan kekuatan myristicin terkekstraksi memakai distilasi air[9].
Referensi[sunting | sunting sumber]
- ^ a b c "Budidaya Tanaman Pala". Gen Agraris. 2018. Diakses tanggal 4 April 2019 pukul 20.45 WIB..
- ^ Pat Chapman (2007). India Food and Cooking: The Ultimate Book on Indian Cuisine. New Holland Publishers. hlm. 16. ISBN 978-1-84537-619-2.
- ^ Terampil Berkreasi. Grafindo Media Pratama. hlm. 120.
- ^ Jaiswal P, Kumar P, Singh VK, Singh DK. (2009). Biological effects of Myristica fragrans. Annu Rev Biomed Sci. 11:21–29.
- ^ Nurfitriana, Siti. (2013). Pala: sih Kecil Kaya Manfaat (online). https://www.kompasiana.com/sitinurfitriana/551b96d8813311263d9de176/pala-si-kecil-kaya-manfaat diakses pada 4 April 2019 getok 22.01 WIB.
- ^ Bustaman, S. (2008). Prospek Pengembangan Minyak Pala Banda Sebagai Komoditas Ekspor Maluku. Jurnal Litbang Pertanian, 27(3): 93 – 98.
- ^ Sudjarmoko, B. (2010). Kelayakan Pengusahaan Pala di Jawa Barat. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri- Buletin RISTRI. 1(5). 217-226.
- ^ a b Mancha A., & Fuentes J., 2008. Evaluation of the health beneficial properties of the aromatic ether Myristicin, a volatile oil derived from various plants sources. The University of Texas-Pan American 1201 W. University Drive Edinburg, Texas 78539. www.agonline.tamu.edu/Myristicin_Nov9_330PM.ppt - Amerika Serikat, diakses atas 27 Februari 2009.
- ^ a b Sipahelut, Sophia & Telussa, Ivonne. (2011). Karakteristik Minyak Atsiri Dari Daging Buah Pala Melalui Beberapa Teknologi Proses. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 4(2): 134.
Galeri[sunting | sunting sumber]
Pranala luar[sunting | sunting sumber]
| Wikimedia Commons memegang corong mengenai nutmegs. |
oke penjelasan perihal Wikipedia budi Indonesia, kamus independen semoga artikel ini berfaedah terima kasih
tulisan ini diposting atas kategori minuman buah pala, membuat minuman buah pala, khasiat hidangan buah pala, , tanggal 19-07-2019, di cuplik dari https://id.wikipedia.org/wiki/Pala








Tidak ada komentar:
Posting Komentar