Promo Tutorial Premium
Video Tutorial Mahir Web Development (Bangun 5 Project Website) + Video Tutorial Membuat Aplikasi Mobile (Bangun 4 Aplikasi Android + Upload Playstore) + Bonus Tutorial Membuat Theme Wordpress Premium - 3 Tutorial (5DVD) Hanya Rp 137.500 - Terbatas hanya sampai 17 Desember 2019!
Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0838 1157 5876, atau bisa pesan secara online di sini)
Allow, selamat malam, sesi kali ini hendak dibahas melanda hidangan buah pala Pala Jadi Pilihan Kecamatan Ini untuk OVOP Asahan 2019 | Ekonomi mencerap selengkapnya
Asahan, Gatra.com - “Ayo rame-rame tanam pohon pala”. Ajakan ini disampaikan Camat Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Syaiful Pasaribu saat awal demonstrasi One Village One Product (OVOP) Kabupaten Asahan 2019.
Tak lupa pula Syaiful membawa hidangan aktual yang dibuat dari fermentasi buah pala. Sambil memegang sebotol jus segar buah pala, setiap pengunjung di stand kecamatan kampung halaman Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang ini disodori satu gelas air pala.
Syaiful mengatakan, pihaknya kini sedang melirik pohon pohon pala untuk dijadikan komoditas. "Kita secara pelan-pelan hendak mengajak warga memiara pohon pala sebagai pengganti kelapa sawit," ujarnya di sela-sela ekshibisi di alun-alun Rambate Rata Raya, Kota Kisaran, Selasa (26/3).

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi, Pemkab Asahan Pamerkan Hasil OVOP
Fluktuasi kualitas sawit yang tidak berketentuan dan sering melaksanakan petani rugi membuat pihak kecamatan setempat mencari solusi yang bisa dikembangkan untuk menjadi komoditas baru dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa. "Kita cerling buah pala karena ada prospek dan bernilai perniagaan tinggi," jelasnya.
Menurutnya budidaya buah pala dapat dijadikan komoditas pengganti buah sawit. Selain harganya yang bagus, tanaman pala ada kemanfaatan perdagangan yang tinggi. Mulai dari kulit, biji, puli (bunga dalam), dan daging memegang nilai perdagangan dari buah bernama latin myristica fragrans ini.
Dari survei kadar pasar, kualitas buah yang dulu menjadi komoditas rebutan para penjajah ke Indonesia ini memang cukuo menggiurkan. Bayangkan saja, ungkap Syaiful, kualitas biji pala bisa mencapai Rp48 mili hingga Rp50 mili per kg. Puli bisa mencapai Rp60 ribu per kg. Sementara, daging buah pala dihargai Rp5 mili per kg.
Baca Juga: UE Bikin Ulah, Begini Respon Perusahaan Sawit
Setelah melakukan uji coba, ternyata pohon pala meski jauh dari negeri asalnya di Kepulauan Banda Maluku, tanaman ini berkembang subur di Kecamatan Tinggi Raja. "Saat ini memang sudah ada petani yang membudidayakan tanaman pala, hendak tetapi masih sangat kecil. Karena itu bakal kita kembangkan," katanya.

Syaiful menyebutkan, pihaknya berkomitmen hendak berusaha menjadikan kawasan Kecamatan Tinggi Raja hendak menjadi sentra pendaman buah pala. Meski pembudidayaan pohon ini masih berskala kecil, akan tetapi pernah mulai berkembang. Sudah terdapat sejumlah babakan yang membudidayakan pendaman pala. Diantaranya Desa Padang Sari dan Desa Tinggi Raja Darat.
Sejumlah langkah strategis untuk membentuk alam mereka sebagai sentra pohon pala, Syaiful mengatakan, pihaknya bakal memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). "Kita akan bangun Bumdes bersama dengan membabitkan sejumlah desa. Bumdes inilah yang akan membeli buah pala, serta memasarkan buah pala dan hidangan fermentasi buah pala ke masyarakat," gagasnya.
Reporter: Edy Gunawan Hasby
Editor: Flora L.Y. Barus
Editor: Flora L.Y. Barus
oke penjelasan mengenai Pala Jadi Pilihan Kecamatan Ini untuk OVOP Asahan 2019 | Ekonomi semoga info ini baik salam
Artikel ini diposting pada etiket minuman buah pala, minuman sari buah pala, distributor minuman buah pala, , tanggal 16-07-2019, di kutip dari https://www.gatra.com/detail/news/403918-Pala-Jadi-Pilihan-Kecamatan-Ini-untuk-OVOP-Asahan-2019








Tidak ada komentar:
Posting Komentar