Promo Tutorial Premium
Video Tutorial Mahir Web Development (Bangun 5 Project Website) + Video Tutorial Membuat Aplikasi Mobile (Bangun 4 Aplikasi Android + Upload Playstore) + Bonus Tutorial Membuat Theme Wordpress Premium - 3 Tutorial (5DVD) Hanya Rp 137.500 - Terbatas hanya sampai 17 Desember 2019!
Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0838 1157 5876, atau bisa pesan secara online di sini)

Allow, selamat sore, artikel ini akan menjelaskan mengenai sentra tanaman memanjang Mengintip Geliat Bisnis Tanaman Hias di Kota Gresik simak selengkapnya

7 Desember 2018 05:32 Diperbarui: 7 Desember 2018 05:33 0 3 Mohon Tunggu...
Bagi secuil orang memelihara tanaman memanjang merupakan kelangenan (hobi) yang melahirkan kebahagiaan dan kebahagiaan tersendiri. Berawal dari sekedar hobi bercocok tanam tanaman memanjang itu kemudian lahirlah passion (semangat/gairah) untuk menjadikan tanaman mempercantik sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Satu orang berhasil berdagang (baca = berjualan/berdagang) tanaman hias, lalu cerita tentang keberhasilan itu didengar akibat tetangga dekatnya.

Sang tetangga yang aktual mengindahkan cerita tadi menjadi tertarik, akhirnya ikut memelihara dengan berbisnis tanaman hias sedemikian itu seterusnya cerita berhasil dari mulut ke mulut (tutur tinular) hingga akhirnya penduduk sedesa alir berdagang tanaman hias.
Begitu pula dengan sentra tanaman mempercantik yang ada di Dusun Banyu Urip, Desa Miru - Kedamean - Gresik. Anda barangkali tak menyangka kalau Kota Gresik yang selama ini dikenal sebagai fokus industri khususnya industri air mani ternyata memiliki perdusunan tanaman hias yang sudah dikenal bagi asosiasi luas.
Dusun Banyu Urip sebagai sentra tanaman hias
Kini perkampungan Dusun Banyu Urip, Miru mayoritas warganya hidup dengan mengandalkan tanaman hias. Sebagian penduduk menjadikannya sebagai usaha sambilan atas mereka memegang usaha halus lainnya bagaikan warung makanan dengan toko sembako (pracangan). Sebagian penghuni lagi juga bekerja di sektor formal bagaikan pegawai daerah alias karyawan pabrik karena di sekitar perdusunan itu banyak kita temukan pabrik-pabrik besar.

Ketika pertama kali memasuki Dusun Banyu Urip, Miru, hadirin disuguhi pemandangan berupa cantiknya beraneka jenis tanaman mempercantik yang dipajang di depan rumah. Hampir setiap laman rumah penduduk Banyu Urip, Miru itu dijadikan show room beraneka macam tanaman hias.



Jalan Dusun Banyu Urip, Miru (dok.pri)

Jalan kelompok sudah dicor layaknya jalan-jalan besar di pusat Kota Gresik atau metropolitan besar lainnya. Lebar jalan kurang kian 12 meteran. Proses pengerjaan jalan dan pemasangan gorong-gorong (box culvert) batas saat abdi berkunjung ke sana, Selasa (04/12/2018) masih berlangsung. Jalan bersetuju ke perdusunan sempat ditutup karena siap proyek itu. Arus lalu-lintas dialihkan melalui gang (kampung) di sebelahnya.
Dulu ketika cukup booming tanaman adenium (Kamboja Jepang) Dusun Banyu Urip, Miru badar dengan tanaman itu. Hampir semua warganya memelihara tanaman yang asalnya dari gurun di Afrika itu. Ketika hari anthurium, masyarakat di desa itu jua berbanyak-banyak mengembang-biakkan anthurium yang asalnya dari hutan Amazone itu. Singkat kata, jenis tanaman yang diusahakan penghuni Dusun Banyu Urip, Miru tak jarang mengikuti perkembangan trend yang ada.


Ragam tanaman mempercantik (dok.pri)
Kini ketika bisnis tanaman mempercantik menjadi mata pencaharian yang bisa diandalkan, warga setempat mengusahakan hampir semua jenis tanaman hias. Bahkan tanaman-tanaman yang cocok buat alam beriklim sejuk sudah banyak dikembangkan di daerah Banyu Urip, Miru. Warga setempat memakai penaung (paranet) alias justru green house sederhana sebagai tempat pengembangan (budidaya) agar kondisi suhu dan intensitas cahaya matahari terkontrol, mirip dengan keadaan di alam pegunungan bagai Batu (Malang) dengan alun-alun Pacet (Mojokerto).

picsart-12-07-04-18-53-5c099c47aeebe103592c4de2.png
Cerita berjaya pedagang tanaman mempercantik Desa Miru
Ada ratusan justru mungkin ribuan warga Dusun Banyu Urip, Miru yang kini menggantungkan hidupnya dari berjualan tanaman hias. Tak jarang dari penduduk tadi memegang 2 stan (lapak) alias lebih. Yuk kita simak bersama kiat usaha alias pengalaman salah satu pemilik lapak tanaman hias
Beliau adalah Mbak Sulis. Wanita asli Sepanjang, Sidoarjo itu bersuamikan Nanang (43). Sayangnya saya tidak berhasil bertemu terus dengan akang Nanang akibat beliaunya cukup sedia tugas ke luar pulau. Untuk menggali informasi bertambah pada seputar cerita sukses dengan pengalaman berusaha tanaman hias, abdi melakukan wawancara dengan embak Sulis.

Salah satu sudut stan tanaman memanjang Mbak Sulis (dok.pri)
Menurut Sulis sebelum melakukan usahanya yang sekarang ini, suaminya kala masih bujangan sudah menekuni bisnis tanaman hias. "Mas Nanang masa mudanya sudah kepunyaan stan tanaman hias di daerah Jogoloyo (Gunung Sari)" ungkap Sulis mengawali bincang-bincang kami siang itu.
Sekitar delapan tahunan Nanang berjualan tanaman hias di daerah Jogoloyo Surabaya. Setelah menikah usahanya dipindahkan ke tempat yang sekarang ini. Di Dusun Banyu Urip, Miru sebagai banat kelahiran Nanang, bisnis mereka maju dengan pesat. Hingga kini mereka memegang dua (2) stan tanaman hias.
Nanang-Sulis merekrut seorang pekerja untuk menjaga lapak tanaman mempercantik yang satunya. Sementara rumah yang mereka tinggali memiliki jerambah yang cukup luas. Di jerambah rumah itulah ratusan macam bibit tanaman mempercantik meskipun tanaman buah dipajang untuk ditawarkan kepada para pembeli.

Mbak Sulis di stan tanaman hiasnya (dok.pri)
Dari buatan pernikahannya dengan Nanang, Sulis dikaruniai dua orang anak. Keduanya laki-laki, berusia 8 dan 7 tahun. Untuk usaha berjualan tanaman mempercantik yang membayangkan tekuni di Desa Miru itu sudah dijalaninya selama dua belas (12) tahun. Ketika ditanya berapa omset perharinya, Sulis hanya tersenyum sambil nyelethuk " Ndak harus pak, lha namanya juga rezeki, adakalanya rame adakalanya lagi sepi". Namun dengan santun ia menyebutkan di sehari sedikitnya dia mendapatkan produk penjualan sebesar 700 ribu batas 1 juta rupiah.
"Kadang andaikata berulang hoki, 1 buah mawar jambe (sejenis palem, red) bisa laku 5 berbatas 7 juta" berumur Sulis sambil menunjuk ke arah tanaman yang dimaksud.
Usaha berjualan tanaman memanjang yang sudah ditekuninya selama puluhan tarikh itu berangkat tanpa menggunakan kapitalisasi paksa lain, baik semprot dana dari pemerintah atau swasta. "Semua kapitalisasi murni buatan jeripayah kami sendiri" tukas Sulis dengan badar semangat.
Lebih lanjut Sulis mengatakan sebelum mengembangkan usaha di desa kelahirannya (Miru, red), Nanang sudah mempunyai tabungan dari produk kerja kerasnya bertransaksi tanaman memanjang di alam Jogoloyo. Usahanya berkembang dengan pesat engat kepunyaan 2 stan penjualan, semata-mata karena keuntungan produk kerja keras yang diraihnya bukan bantuan investasi bagian lain.
Tanaman favorit pembeli
Di sela-sela menunggu datangnya pembeli ataupun permintaan tanaman hias lewat telepon, bersama tenaga pembantunya Sulis melakukan multiplikasi akan jenis tanaman tertentu bagai adenium, euphorbia dan anthurium. Sebagian lagi didatangkan terus dari Kota Batu, Malang - Jatim.
Selain menjual ratusan macam tanaman hias, di tokonya jua tersedia beraneka jenis bibit tanaman buah-buahan bagai nangka, jeruk lemon, jeruk sambel, klengkeng dengan masih banyak lagi. Untuk satu pohon bibit tanaman buah harganya berkisar antara 20 engat 25 ribu rupiah. Sedangkan untuk tanaman mempercantik dijual mulai kadar puluhan ribu engat jutaan mata uang perbatangnya.
"Kebanyakan para pembeli menyukai bambu air, calantea batik, ekor monyet, beragam macam aglaonema" terang Sulis sambil memandu abdi ke petak tanaman yang dimaksud.

Sumut bor sebagai bayangan penyediaan cairan di musim kemarau (dok.pri)
Sebagai langkah bayangan serangan hama dan penyakit, ia bersama pekerjanya menurut rutin melakukan penyemprotan pestisida terhadap ratusan jenis tanaman yang dijualnya. Musim hujan memang menjadi berkat karena ketersediaan cairan layak berlimpah. Di masa kemaraupun ia sudah siap dengan kebutuhan air dengan menyediakan sumur bor buat penyiraman ratusan model tanaman.
Keuntungan mengejar tanaman hias di sentranya
Penasaran dengan ingin berburu tanaman hias? Apapun jenis tanamannya bisa Anda dapatkan di Dusun Banyu Urip, Miru. Mulai dari yang seukuran rumput berbatas yang tingginya bagai pohon kelambir (palem raja). Semua bisa Anda temukan di daerah tanaman memanjang itu, harganyapun relatif terjangkau. Sebagai sentra tanaman hias, Banyu Urip, Miru sering dijadikan tempat perkulakan tanaman memanjang bagi alun-alun lain.
Kalau mencari tanaman mempercantik langsung di sentranya kecuali harganya kian murah, setidaknya pembeli bisa melihat dan bertanya terus kepada penjualnya yang nota bene ada pengetahuan memadai tentang tanaman mempercantik tadi. Pembeli bisa sahaja berkonsultasi dengan penjual tanaman itu tentang bagaimana cara perkembang-biakkan atau perawatannya.
Selain itu bila mencari di sentranya jelas tersedia banyak pilihan jika dibandingkan andaikan harus beli di gardu ataupun lapak-lapak (dorong) tanaman hias. Tak hanya beraneka jenis tanaman hias, para penghuni Banyu Urip, Miru itu lagi menyediakan bibit-bibit tanaman buah, tanaman obat keluarga (toga) dengan tanaman buat peneduh (penghijauan).

Salah ahad kantor cabang JNE di Jatim (dok.pri)
JNE mengeras pengiriman pesanan
Menurut keterangan Sulis, biasanya buat pengiriman tanaman untuk antaran dalam tanah pada jumlah besar dia memanfaatkan kebaikan perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL).
Sebagian pengiriman untuk wilayah di luar Kota Gresik tak jarang ia menggunakan kebaikan PT. Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE. Beberapa macam tanaman mempercantik yang dikirimkan ke bibit pemesan dengan menggunakan bantuan JNE diantaranya macam kaktus mini, sansivieria jenis kirkii, mawar pinang dan beberapa jenis tanaman yang awet tanpa disiram untuk kaum lama.

Dokumentasi www.jne.co.id
Sulis memilih memanfaatkan bantuan JNE untuk pengiriman antaran tanaman karena perusahaan kargo dan muatan itu memberikan jaminan rasa aman dengan nyaman bagi setiap pelanggannya.
Sebelum dikirimkan biasanya bestelan tanaman diasuransikan lebih-lebih dulu sebagai langkah gambaran bila terjadi kerusakan atau agak-agak bestelan tak sampai ke tangan pemesan. "Meski perlu sedikit biaya tambahan (biaya asuransi, red) yang penting barang berbatas dengan selamat, itung-itung buat jaga-jaga bila tanaman rusak" jelentreh Sulis dengan optimis.
Agar barang yang dikirimkan selamat sampai ke tangan konsumen dengan tetap pada keadaan baik maka pengepakan tanaman bisa menggunakan kerangka kayu (box) tetapi harus ajek sesuai dengan ketentuan administrasi JNE.

Dokumentasi www.jne.co.id
Beberapa model layanan JNE
Dikutip dari laman www.jne.co.id, berikut ini jumlah model fasilitas JNE, antara asing :
JNE YES (Yakin Esok Sampai) adalah layanan pengiriman premium dengan target antaran cukup di tujuan pada keesokan harinya termasuk ala hari minggu dengan libur nasional.
JNE YES adalah fasilitas yang membawakan antaran dengan tujuan kota-kota yang menebak ditentukan akibat bagian JNE pusat, dengan tempo pengantaran 1 hari. Apabila antaran tak diantarkan di waktu 1 yaum (H+1), maka ongkos kirim ala instingtif akan dikirimkan kepada pihak pengirim.
Lama pengiriman untuk layanan JNE YES adalah 1 hari. Layanan JNE YES memberikan agunan dana kembali jika barang tak asal tepat waktu. Harga fasilitas JNE YES lebih mahal. JNE YES melayani pengantaran setiap yaum termasuk yaum minggu dengan yaum libur nasional.
JNE REG (Regular) adalah fasilitas pengiriman cepat, aman, dengan handal berbatas ke pelosok Indonesia. Layanan regular disediakan JNE buat memahami gaya bernapas masyarakat modern yang dinamis dan pentingnya nilai-nilai efektif dengan efisiensi.
Layanan JNE REG dengan estimasi tempo penyampaian kiriman buat tujuan yang berada terus di kota agen utama adalah 1 berbatas 3 hari. Sedangkan buat tujuan metropolitan di luar metropolis agen utama, estimasi tempo penyampaian paling lama adalah 7 hari. Layanan JNE REG tidak memberikan jaminan uang kembali. Harga layanan JNE REG adalah sedang. JNE REG tidak melayani pengangkutan ala hari minggu dan yaum libur nasional.
JNE OKE (Ongkos Kirim Ekonomis) adalah layanan pengiriman buat barang berukuran besar atau berat dengan kualitas ekonomis yang memanfaatkan moda transportasi kargo udara dan angkutan darat yang menghubungkan kota-kota besar, ibu metropolis provinsi, berbatas ke kabupaten.
Untuk fasilitas JNE OKE paling cepat 3 hari dengan paling lambat 5 musim tergantung tujuan pengirimannya. Layanan JNE OKE tidak memberikan cagaran dana kembali jika barang tidak asal tepat waktu. Harga layanan JNE OKE yang paling murah dengan harga ekonomis. JNE OKE tak mengabdi pengangkutan barang atas musim Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.
Sekian penjelasan perihal Mengintip Geliat Bisnis Tanaman Hias di Kota Gresik semoga artikel ini bermanfaat terima kasih
Artikel ini diposting ala etiket sentra tanaman hias, sentra tanaman memanjang depok, sentra tanaman hias sawangan, , tanggal 19-07-2019, di kutip dari https://www.kompasiana.com/mawan.sidarta/5c099f06bde57509c0775b72/mengintip-geliat-bisnis-tanaman-hias-di-kota-gresik?page=all








Tidak ada komentar:
Posting Komentar