Promo Tutorial Premium
Video Tutorial Mahir Web Development (Bangun 5 Project Website) + Video Tutorial Membuat Aplikasi Mobile (Bangun 4 Aplikasi Android + Upload Playstore) + Bonus Tutorial Membuat Theme Wordpress Premium - 3 Tutorial (5DVD) Hanya Rp 137.500 - Terbatas hanya sampai 17 Desember 2019!
Dibuat oleh praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang web development (Pemesanan bisa SMS/WA ke 0838 1157 5876, atau bisa pesan secara online di sini)
Hi, selamat sore, ala kali ini bakal dibahas melanda kerajinan gelas beling Decopatch: Bisnis Piring dengan Gelas Bekas Ala Diah yang Bernilai Jutaan Rupiah - Inspirasi Bisnis Anda | Indotrading News simak selengkapnya
“Saat saya jalan kita menciptakan suatu ide ya tuangkan sahaja apa yang saya rasa, apa yang saya lihat. Dari situ hendak membuat kita terus berexplorasi dengan tak aub gaya. Kita juga harus jeli dengan pangsa pasar, amat-amati apa yang tengah diminati. Menurut abdi ide buat handycraft itu tak siap batasnya,” tulis pemilik Lita Art, Diah Rahmalita.
Jika Anda ada bahan bekas, nir- buru-buru langsung membuang ke ruang sampah. Siapa tahu, barang bekas itu bisa dimanfaatkan menjadi bagasi lain yang memegang nilai jual tinggi.
Baca juga: Fatchurohman Sulap Kain Batik Bekas Jadi Kolase Bernilai Jutaan Rupiah
Di tangan Diah Rahmalita (47), barang bakat berupa piring, gelas hingga botol gerabah dapat dijual kembali dengan kualitas jutaan rupiah. Bahkan barang-barang bekas tersebut juga sudah laku dijual ke berbagai negara. Bagaimana awalnya?

Foto: Produk-produk Decopatch yang cantik/Dok: indotrading.com
“Dulu saya pekerja tapi atas tahun 2007 saya mulai berbisnis handycraft tempo itu saya andai bisnis ini side job saya, tarikh 2007 juga handycraft yang abdi buat merupakan kecakapan kaca lukis. Seiring berjalan tempo akibatnya abdi menekuni bisnis Decopatch,” ungkap Diah kepada indotrading.com, Jumat (23/9/2016).
Diah agak-agih bahwa Decopatch adalah keterampilan menempelkan kertas tisu yang kemudian dilukis dengan menggunakan cat.

Foto: Produk-produk Decopatch/Dok: indotrading.com
Bisnis barunya ini dimulai dari warsa 2007 dengan brand Lita Art. Tak perlu modal besar buat melakukan bisnis ini. Diah hanya mengeluarkan modal sekitar Rp 1 juta. Sisanya, ia hanya menggunakan barang-barang cap bagai piring, gelas, dengan botol beling.
“(Modal) cuma eka juta rupiah akibat cuma belanja cat dengan media. Beberapa media yang lainnya kan lagi diambil dari limbah seperti botol bekas, bidang yang tak terpakai. Kita lagi membeli cat cuma 4 warna,” katanya.
Baca juga: Mantan PNS Ini Sukses Jadi Pengusaha Art Interior Beromzet Puluhan Juta
Diah mengaku menjalani bisnisnya ini akibat hobi semata. Ia tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang kecakapan sama sekali. Gelar sarjana yang dimilikinya pun justru diraih dari Jurusan Ekonomi.
“Jadi melukis dengan gambar itu tentu akibat hobi saja. Mungkin telah bakat lahir. Tapi memang melukisnya bukan di canvas ya sekadar corat-coret biasa saja. Dan semua produk saya ini yang desain dengan menulis meng-abadikan ya abdi sendiri,” katanya.

Foto: Produk-produk Decopatch/Dok: indotrading.com
Sempat ragu memedulikan bisnis barunya ini, Diah akhirnya memilih terjun kian dalam. Dengan kemampuan melukis yang ia miliki, Diah memoles barang-barang bekas tadi jadi bahan kegetolan yang adun dengan cocok menjadi dandanan serta pajangan rumah.
“Terhitung sudah 4 tarikh aku memedulikan bisnis Decopatch ini, tapi saya lagi sedang membuat kecakapan menulis meng-abadikan kaca. Nama usaha abdi ini merupakan Lita Art. Tapi trend mark usaha aku ini konsisten glassees paint atau keterampilan menggambar kaca itu,” ucapnya.
Rela Resign dari Pekerjaan Demi Bangun Lita Art
Sejak dimulai di tahun 2007, pemilik usaha Lita Art, Diah Rahmalita (47) ternyata telah memperkirakan bila Decopatch bakal ada pasar yang jumlahnya cukup besar. Agar ia bisa fokus membenahi bisnisnya ini, Diah rela keluar (resign) dari pekerjaannya sebagai karyawan di sebentuk perusahaan swasta.
Baca juga: Sepatu Sandal Kayu Made in Nadya ‘Terbang’ Hingga ke Qatar
“Pada tahun 2011 abdi memutuskan buat resign dari pekerjaan abdi dengan mau menekuni bisnis handycraft. Saya tetap memutuskan untuk 100% terjun ke handycraft akibat ini favorit saya, lalu yang aku sukai abdi tak merasa tertekan dengan lain sebagainya,” tuturnya.

Foto: Produk-produk Decopatch/Dok: indotrading.com
Kendala berangkat muncul setelah ia memilih fokus menggarap bisnis ini. Diah yang belum memiliki pasar yang tetap kesulitan dalam menjual produk buatannya.
“Dulu waktu saya melancarkan bisnis ini saya benar-benar tak tahu apa-apa mau memasarkannya kemana dan tidak ada yang mengarahkan. Saat itu abdi hanya berpikir gimana caranya abdi punya karya kemudian coba-coba dijual laku atau nggak. Kalau laku alhamadulillah kalau nggak ya pernah untuk koleksi pribadi,” paparnya.
Hingga akhirnya, karya Diah dari dilirik oleh Pemerintah Daerah. Mereka menilai keahlian Diah memoles barang bakat jadi bagasi pajangan atau hiasan bernilai jual merupakan hal unik dengan kreatif. Setelah itu, Diah berangkat memperoleh derma promosi gratis berbatas bagasi yang dibuat mulai dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Baca juga: 3 Pemuda Ini Raup Untung Jual Kacamata Dari Papan Skateboard Bekas
“Alhamdulillah usaha aku bisa maju ini karena dibesarkan oleh Dinas Kota yaitu Disperindag. Dinas koperasi maupun Pariwisata sehingga abdi bisa keliling indonesia dengan ke jumlah negara buat beserta pameran,” ucap wanita yang tinggal di Kota Malang, Jawa Timur ini.
Barang Bekas Bernilai Jutaan Rupiah
Produk-produk Decopath dibanderol mulai dari 20 ribu engat jutaan rupiah. Produk yang paling mahal ialah Decopatch yang terbuat dari botol besar. Botol tersebut dijual dengan kadar Rp 1,5 juta rupiah. Hingga saat ini, Diah mengaku omzetnya sudah mencapai puluhan juta setiap bulannya.
“Minimal perbulan 10 berbatas 20 juta. Kalau iring demonstrasi bisa di atas itu,” ungkap Diah.

Foto: Produk-produk Decopatch yang cantik/Dok: indotrading.com
Wanita lulusan Magister Bisnis Administrasi ini tak hanya berhenti di situ. Ia bergerak melakukan inovasi agar produknya bisa terus berkembang. KDiah biasanya bakal berdarmawisata jika ingin mencari ide baru untuk inovasi produknya.
“Tuangkan sahaja apa yang saya rasa, apa yang kita lihat. Dari situ, saya akan berjalan bereksplorasi dan tidak aub gaya. Kita jua layak cermat dengan bagian pasar, apa yang tengah diminati. Menurut saya, ide buat handycraft itu tidak siap batasnya,” kata Diah.
Baca juga: Garap Busana Khusus Pria, Feby Haniv Justru Raih Sukses dengan Terkenal
Selain menjalankan bisnisnya, Diah lagi membocorkan kursus dengan memberikan pelatihan ke kaum daerah. Meski semakin banyak anak buah yang bisa memahami bisnis ini, ia mengaku tak berwalang hati akibat masing-masing anak buah memiliki kreativitas yang berbeda-beda.
“Persaingannya cukup banyak lagi atas abdi seorang diri membuka kursus, memberikan pelatihan ke beberpa daerah sehinga siapaun bisa. Tetapi aku tak perlu takut akibat bisnis ini handmade, yang berarti setiap tangan akan berbeda-beda. Kalaupun bisa aransemen warna, tata letak aman bakal beda, sehingga saya tidak perlu takut dengan kompetitor,” papar Diah.
Dijual dari Asia Hingga Eropa
Keindahan desain serta arsitektur gambar dengan warna yang cantik membuat produk-produk Decopatch ini banyak diminati. Banyak pembeli yang berdatangan dari berbagai kota. Umumnya, pembeli produk Decopatch ini didominasi oleh kaum hawa. Padahal, Diah tak ada toko. Ia mengaku cuma ada showroom dengan workshop di Malang
“Saya tak siap toko, cuma saya memilki showroom dengan workshop. Itu siap di malang,” ujar Diah.

Foto: Produk-produk Decopatch yang cantik/Dok: indotrading.com
Tak sekadar laku keras di pasar pada negeri, produk-produk buatan Diah ini bahkan pernah melanglang-buana engat mancanegara. Diah gencar mempromosikan produknya lewat pameran-pameran, baik di skala nasional maupun skala internasional.
Baca juga: Para Pengusaha Ini Akhirnya Sukses Dengan Modal Nekat dengan Berani Ambil Resiko
“Karena kita sering ikut pameran diluar negeri, saya benar telah mempunya jumlah pelanggan dengan pembeli di luar negeri bagaikan di Asia dengan Eropa. Misalnya di Malaysia, Brunei, Thailand, India, dengan China. Kalau Eropa misalnya Hungaria, Bulgaria, Kroasia, Turki, Swis, dan Italia,” pungkas Diah.
Reporter: Kumi Laila Penulis: Wiji Nurhayat, Erlin Dyah Pratiwi

oke pembahasan melanggar Decopatch: Bisnis Piring dan Gelas Bekas Ala Diah yang Bernilai Jutaan Rupiah - Inspirasi Bisnis Anda | Indotrading News semoga esai ini menambah wawasan terima kasih
Artikel ini diposting pada kategori , copot 19-07-2019, di kutip dari https://news.indotrading.com/decopatch-bisnis-hias-piring-dan-gelas-bekas-ala-diah-bernilai-jutaan-rupiah/








Tidak ada komentar:
Posting Komentar